5 Efek Tidur Terlalu Lama Bagi Kesehatan Tubuh
5 Efek Tidur Terlalu Lama Bagi Kesehatan Tubuh

5 Efek Tidur Terlalu Lama Bagi Kesehatan Tubuh

Posted on

Phobidilia.com– Tidur merupakan aktivitas yang menyenangkan karena dapat mengusir rasa lelah, meski demikian, melakukan hal tersebut sepanjang hari atau terus-menerus dapat membahayakan kesehatan, Nah berikut ini 5 Efek Tidur Terlalu Lama Bagi Kesehatan Tubuh.

Efek tidur terlalu lama

Seseorang diketahui terlalu banyak tidur jika dia memiliki waktu tidur lebih dari kebutuhan tidur idealnya, yaitu lebih dari 10 jam.

Selain itu, kebanyakan tidur juga ditandai dengan rasa lelah sesaat setelah bangun tidur, untuk itu, sebaiknya jika anda harus tidur cukup sesuai porsi.

Sebab, sala halnya dengan kurang tidur, tidur berlebihan ternyata tidak banik untuk kesehatan tubuh anda. Berikut adalah berbagai efek tidur terlalu lama untuk tubuh jika dilakukan terus-menerus.

1. Rasa nyeri di sekitar tubuh.

Rasa nyeri di sekiitar tubuh dapat menjadi bahaya tidur lama. Kondisi ini mungkin dapat terjadi karena saat tidur tubuh tidak melakukan banyak gerakan sehingga beberapa area sensitif pada tubuh, seperti punggung, leher, dan bah menjadi nyeri.

2. Sakit kepala

Alih-alih tubuh menjadi sehat dan bugar, efek tidur terlalu lama dapat menimbulkan sakit kepala, para ahli meyakinkan bahaya tidur yang terlalu lama dapaat mengurangi kerja senyawa kimia di otak (neurotransmitter), seperti serotonin, sehingga menyebabkan sakit kepala setelah bangun tidu.

Orang yang kerap tidur berlebihan di siang hari hingga mengacaukan waktu tidur di malam hari juga cenderung akan mengalami sakit kepala pada keesokan harinya di pagi hari.

3. Meningkatkan risiko diabetes

Bahaya tidur yang terlalu lama harus di waspadai karena meningkatnya risiko diabetes, hal ini karena orang yang kelamaan tidur cenderung mengalami resisten inusulin lebih rentan mengalami diabetes.

Sejumlah penelitian juga telah menunjukan, orang yang kebanyakan tidur atau tidur lebih dari 9 jam cenderung dapat berisiko mengelami diabetes dibanding dengan orang-orang dengan jam tidur yang normal.

4. Memicu penyakit jantung

Studi yang melibatkan 72.000 wanita menunjukan. Orang-orang yang tidur lebih dari 9-11 jam per malam berpotensi meningkatkan risiko mengidap penyakit jantung sebesar 38 persen dibandingkan orang tidur hanya 8 jam saja per malam.

Meski begitu, para penelitian belum dapat memastikan kaitan antara kebayakan tidur dan risiko penyakit jantung.

5. Mengalami depresi

Baik kurang tidur atau kebanyakan tidur ternyata sama-sama memicu depresi, meski depresi sering kali menyebabkan penderitaan nya mengalami insomnia.

Sebagai penderita depresi justru ada yang mengalami gangguan tidur yang berlebihan. Jika tidak diobati, kondisi tersebut dapat mmebuat depresi yang dialami semakin parah, selain itu, akibat kebanyakan tidur juga membuat seseorang berisiko mengalami gangguan cemas, selain itu diliputi perasaan negatif bahkan hingga merasa tidak produktif.

Leave a Reply

Your email address will not be published.