3 Cara Atasi Asam Lambung yang Kambuh saat Puasa
3 Cara Atasi Asam Lambung yang Kambuh saat Puasa

3 Cara Atasi Asam Lambung yang Kambuh saat Puasa

Posted on

phobidilia.com Apakah Anda merasa mual saat berpuasa? Bisa jadi kondisi ini disebabkan oleh naiknya asam lambung.

Dengan waktu yang lama tidak mendapatkan asupan makanan, asam lambung bisa naik karena tidak ada makanan yang bisa diproses oleh cairan. Hal ini dapat menimbulkan rasa sakit dan nyeri pada perut yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.

1. Jenis Makanan

Selain itu, perlu memperhatikan juga jenis makanannya karena ada makanan tertentu yang bisa mempengaruhi perut. Misalnya, makanan pedas dan asam yang dapat memberikan iritasi langsung ke perut.

Selain itu, susu dan santan yang dapat memperlambat gerak peristaltik usus menjadi makanan kosong.

2. Jadwal Makan

Dalam Islam, dokter Miftah menjelaskan bahwa ada bimbingan agar umatnya bisa berpuasa dengan baik dan benar. Misalnya jadwal makan pada saat berbuka puasa.

Dengan memprioritaskan takhil sebagai hidangan pembuka agar tidak memberi tekanan berlebih pada perut yang beristirahat setelah beberapa jam. Kemudian dilanjutkan dengan makan besar yang tidak terlalu penuh dan ditutup dengan Sahur.

3. Jumlah Makanan

Dari segi makanan, dokter Miftah mengatakan ada juga jenis makanan lain yang perlu diperhatikan jumlah atau kuantitasnya.

“Kita juga tahu makanan yang bisa menghasilkan banyak gas. Dalam istilah jawa dikenal dengan polo pendem seperti kacang, singkong, dan sebagainya.

Oleh karena itu, komposisi makanan saat berbuka atau sahur menjadi sangat penting di luar pentingnya makan sayur dan buah baik secara kuantitas maupun kualitas dan tentu saja konsumsi air yang cukup,” jelasnya.

Sedangkan untuk kebutuhan serat, dokter Miftah menganjurkan agar anda bisa mengunyah lebih banyak. Bahkan agama merekomendasikan mengunyah di atas 30 kali agar perut tidak bekerja terlalu keras, terutama saat puasa.

Selain metode 3J di atas, dokter Miftah menegaskan kepada semua umat Islam untuk berpuasa sesuai dengan esensi yang telah direkomendasikan oleh agama.

Leave a Reply

Your email address will not be published.